Mengenal Potensi diri
Saya yakin setiap individu di dunia ini memiliki potensi yang ada di dalam dirinya masing-masing. baik fisik maupun mental, yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan melalui pelatihan dan sarana yang memadai. Untuk mengembangkan potensi diri, kenali diri sendiri terlebih dahulu, tetapkan tujuan yang jelas, dan buat daftar pencapaian untuk memotivasi. Selain itu, keluar dari zona nyaman dengan mencoba hal baru, terus belajar melalui membaca atau kursus, dan bergaul dengan lingkungan yang positif.
Saat saya masih sekolah dasar, saya suka sekali bermain bola (futsal). Saya termasuk orang yang ahli dalam permainan bola futsal di lingkungan rumah saya, itu saya sadari ketika teman-teman saya yang berkata bahwa saya cukup lihai dalam mengumpan bola, membawa bola, dan mencetak gol. Hingga setiap turnamen yang diikuti oleh teman-teman saya, saya selalu diajak meskipun bukan turnamen besar.
Setelah saya memasuki masa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Saya memiliki keahlian baru, yaitu menggambar. Hal ini saya dapatkan ketika saya melihat gambar tema saya yang sangat bagus, jadi saya terdorong untuk mencobanya. Tanpa saya sadari ternyata gambar saya bagus walaupun tidak sebagus temen saya. Tak lama kemudian covid pun datang, belajar dari rumah dan melakukan kegiatan di dalam rumah sangat membosankan bagi setiap orang. Akan tetapi, saya tidak terlalu merasa begitu karena saya bisa menggambar di setiap kebosanan saya. Hasilnya saat pembelajaran kembali luring, saya perlihatkan hasil gambar saya kepada teman-teman saya, mereka mulai tertarik dengan gambar saya yang tak kalah bagus dengan teman saya.
Saat saya SMA, saya masih terus menggambar hingga kualitas gambar saya lebih bagus dibandingkan dengan teman saya yang menjadi motivasi saya untuk menggambar. Saya sudah mulai mencoba menggambar hal-hal yang realistis dan gambar tersebu mirip dengan yang aslinya. Saat ada perlombaan keindahan kelas, saya menjadi aktor utama untuk memperindah kelas dalam segi melukis. Saat ada tugas menggambar, teman saya pun meminta bantuan kepada saya untuk menggambar hal yang mereka tidak bisa.
Saat saya kelas 12 (3 SMA), saya memiliki cita-cita menjadi seorang Arsitektur. Saya merasa bahwa saya memiliki kemampuan dibidang tersebut, tetapi cita-cita itu pun musnah setelah saya tidak diterima di jurusan Arsitektur tersebut. Saya pun menjadikan menggambar menjadi hobi saya di setiap kebosanan saya saat tidak melakukan apapun, itu saya lakukan karena saya takut kemampuan menggambar saya akan hilang. Akan tetapi, di dalam hati terkecil saya mengatakan bahwa saya harus UTBK ulang untuk menjadi seorang Arsitektur (cita-cita saya yang harus diwujudkan) dilain sisi saya pun saya merasa lelah dan mencoba untuk mengikhlaskan cita-cita saya.
Nama: Ahmad Rizky Prasetyo
NIM: 1709625051
Prodi: Pendidikan Administrasi Perkantoran
Dosen pengampu: Gelar Gelora Mestika, M.Pd
Komentar
Posting Komentar